Bawa Nama Bung Karno, Mahfud Ogah Buka Jalur Diplomasi dengan Israel



Sebab, komitmen Indonesia untuk kemerdekaan Palestina telah ditegaskan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, sejak Indonesia baru saja merdeka, dan dipertegas saat Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955.

Demikian ditegaskan Menko Polhukam Mahfud MD dalam keterangan resminya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Kamis (9/11).





“Bung Karno menyatakan bahwa Indonesia tidak akan menjalin hubungan dengan Israel hingga Palestina mencapai kemerdekaannya. Pernyataan tersebut telah dipegang teguh oleh Pemerintah Indonesia dan tetap berlaku hingga saat ini,” tegas Mahfud.

Bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo itu menyatakan bahwa salah satu tujuan Indonesia adalah menjaga martabat dan hak asasi manusia, serta mempromosikan perdamaian di seluruh dunia. Prinsip-prinsip ini terdokumentasikan dalam Pembukaan UUD 1945.

Oleh karena itu, dia menilai serangan brutal Israel ke Gaza adalah sebagai tindakan kejahatan perang yang sangat serius.

“Kami, sebagai warga negara Indonesia dan pemerintah Indonesia, dengan tegas mengutuk kejahatan yang terjadi di Gaza. Kejadian ini merupakan salah satu insiden pembunuhan terbesar selama 75 tahun konflik antara Israel dan Hamas, serta Israel dan Palestina,” jelas Mahfud.

Lebih jauh, Mahfud juga menyebut bahwa sikap Indonesia membela Palestina itu juga telah dibuktikan melalui tindakan konkret dengan adanya inisiatif diplomasi untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Selain itu, Indonesia juga telah mengirimkan bantuan berupa 51,1 ton bantuan logistik dan peralatan medis. Kloter pertama dari bantuan tersebut telah diberangkatkan melalui Lanud Halim Perdanakusuma pada Sabtu (4/11) lalu.

“Diplomasi kami di PBB bertujuan untuk mendukung usulan resolusi yang mengutuk serangan Israel di Gaza, Palestina,” pungkasnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *