Defend ID Bidik Kemajuan Industri Alutsista Berkelas Global



Kemajuan pesat Defend ID terlihat dari berbagai aspek, termasuk kinerja keuangan, kinerja operasional, dan kinerja pelanggan. Kemajuan ini tak lepas dari penguasaan teknologi mutakhir, kerjasama strategis yang solid, dan kontrak kerja yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Dengan dukungan rekan-rekan (para Dirut Defend ID), kita bisa mewujudkan kestabilan di industri pertahanan untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Direktur Utama Defend ID, Bobby Rasyidin, usai acara ulang tahun Defend ID di PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (27/4).



Visi Bobby Rasyidin untuk Defend ID tak berhenti di dua tahun. Dia yakin Defend ID akan terus berkembang menjadi industri Alutsista berkelas dunia.

“Targetnya, pada tahun 2025-2026, Defend ID akan menjadi salah satu dari 50 perusahaan global terdepan,” tegas Bobby.

Lebih ambisius lagi, Bobby memasang target untuk mengungguli perusahaan industri Alutsista Singapura, ST Engineering Land Systems Ltd (STELS), dalam waktu dekat.

“Insya Allah dalam dua tahun ke depan yakni 2025-2026 kita akan melewati perusahaan ini,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bobby juga telah menyiapkan target jangka menengah dengan menempatkan Defend ID di peringkat 40 dunia.

“Tentunya sampai 2034 itu untuk menjadi nomor 40 dunia, kira-kira sekelas dengan Aselsan, perusahaan industri Alutsista Turki,” ungkap Bobby.

Di balik ambisi besarnya, Bobby Rasyidin tak lupa menekankan komitmen Defend ID terhadap inovasi dan transparansi.

“Inovasi terus kami lakukan, baik di darat dengan kendaraan seperti Anoa dan Badak, maupun di laut dan udara, untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional,” jelas Bobby.

Komitmen ini tak hanya terlihat dalam produk-produk inovatif, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan yang transparan.

Baca Juga  Kepemimpinan Airlangga Berhasil Antar Kesuksesan Golkar di Pemilu 2024

Acara ulang tahun Defend ID pun menjadi ajang untuk menggarisbawahi komitmen kuat terhadap transparansi dan pengelolaan keuangan yang lebih baik dalam sektor pertahanan.

Salah satu bukti komitmen Defend ID terhadap inovasi adalah rencana PT LEN untuk meluncurkan kendaraan inovatif pada 20 Mei.

Peluncuran ini menandai langkah besar dalam pengembangan teknologi pertahanan Indonesia.

Defend ID  merupakan holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) yang terdiri dari PT Len Industri sebagai induk holding, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahanan sebagai anggota holding.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *