Ganjar Kritik Penegakan Hukum Era Jokowi, Kok Pilih Mahfud Cawapres?



Pengamat politik Citra Institute, Efriza, menilai sikap Ganjar mengkritik Jokowi tetapi merekrut Mahfud yang notabene masih menjabat Menko Polhukam di kabinet saat ini, memunculkan anggapan plinplan di mata publik.

“Ganjar seolah lupa, bahwa Jokowi adalah kader PDIP. Dan Mahfud adalah Menko Polhukam sampai sekarang,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (23/11).





Efriza memprediksi, lontaran kritik Ganjar berpotensi menimbulkan dampak bagi elektoralnya sebagai capres PDIP, dan berpasangan dengan Mahfud.

“Penilaian buruk pemerintah dalam mengelola hukum berdampak juga kepada Mahfud. Miris, kenapa Mahfud yang dinilai berkinerja buruk malah dipilihnya,” tuturnya.

“Sebab, publik menilai Mahfud berkinerja baik. Dia dianggap mampu memperbaiki sistem hukum di Indonesia. Tapi malah kinerja Mahfud tak dihargai oleh Ganjar sendiri. Ini ironi,” tandas Efriza. 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.



Quoted From Many Source

Baca Juga  Transaksi Sukses, Jakarta Setiabudi Internasional Akhirnya Kuasai 90 Persen Saham Wynncor Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *