Gibran Tampil Memukau di Debat, Tapi SGIE jadi Blunder



Menurut analis politik Hendri Satrio alias Hensat, penilaian tersebut sah-sah saja karena Gibran yang selama ini dianggap tidak pandai berbicara tapi berhasil menunjukkan kemampuannya.

“Memang memukau ternyata dia bisa ngomong. Tetapi ada beberapa hal yang secara kesopanan dia langgar. Seperti saat menyuruh Pak Mahfud googling jawaban,” kata Hensat saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Senin (25/12).





Apalagi saat Gibran bertanya kepada cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar soal SGIE. Hensat memandang lewat pertanyaan tersebut Gibran seolah di atas angin.

“Kalau dia bangga dengan pertanyaan itu karena merasa berhasil membuat Cak Imin terlihat bodoh, dia salah. Justru kebalikannya SGIE itu blundernya Gibran,” jelas Hensat.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menjelaskan Gibran salah spelling sehingga pertanyaannya sulit dipahami. Bahkan, pertanyaan Gibran dianggap Hensat merendahkan kelas debat cawapres.

“Jadi saat ditanya SGIE Cak Imin tidak tahu itu sudah benar. Jujur sekali. Itu cerminan rakyat Indonesia yang seolah bertanya ke Gibran apaan sih? Debat cawapres kok direndahkan ke kelas singkatan dan spelling salah lagi,” tandas Hensat.

Istilah SGIE belakangan tengah populer usai ditanyakan cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka kepada cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar dalam debat yang digelar KPU di Jakarta Convention Center (JCC).

Namun saat debat, Cak Imin mengaku belum pernah mendengar istilah tersebut. Gibran pun menjelaskan kalau SGIE itu merupakan kepanjangan dari State of the Global Islamic Economy.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.



Quoted From Many Source

Baca Juga  Menag Ingatkan BKM Jaga Masjid agar Tak Digunakan Politik Praktis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *