Indonesia Optimis Taklukan Negeri Imam Bukhari



Uzbekistan sempurna di empat laga sejauh ini, mencetak 12 gol dan belum kebobolan sama sekali. Sama halnya dengan Korea Selatan yang dikalahkan Indonesia di perempatfinal juga menyandang status belum kebobolan sama sekali.

Menurut STY, Indonesia memainkan laga perempatfinal sehari lebih awal ketimbang Uzbekistan, meski harus melalui babak tambahan dan adu penalti. Uzbekistan sendiri menang 2-0 atas Arab Saudi di waktu normal.



“Sebelum kami menghadapi Korea, saya pikir kalau kami bisa ke semifinal maka akan punya keuntungan karena kami punya satu hari untuk beristirahat, itu mungkin akan sangat membantu,” kata STY dalam jumpa pers, Minggu (28/4) kemarin.

Meski demikian, mentalitas juga akan memainkan peran amat krusial. Jangan lupa bahwa Uzbekistan punya pengalaman baik di turnamen ini. Negara beribukota Tashkent itu sudah dua kali ke final dalam tiga edisi terakhir.

“Uzbekistan akan siap secara fisik, dan mereka juga kuat dan bertenaga. Jadi mungkin akan seimbang dalam hal persiapan. Menurut saya ini akan bergantung pada mentalitas,” ujar STY.

Indonesia juga dipastikan tampil tanpa striker andalannya Rafael Struick yang terkena akumulasi kartu kuning.

Namun, dengan kepercayaan tingkat tinggi dari para pemain Indonesia. Hokky Caraka diperkirakan akan menjadi starter menggantikan Rafael. Sementara Ramadhan Sananta tetap akan menjadi pemain pelapis dalam menghadapi negeri kelahiran Imam Bukhari tersebut.  

Berikut perkiraan pemain yang dihimpun redaksi dari berbagai sumber. Ernando Ari Sutaryadi (Kiper); Komang Teguh, Rizky Ridho, Justin Hubner; Rio Fahmi, Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-On, Pratama Arhan; 8-Witan Sulaeman, Hokky Caraka, Marselino Ferdinan.

Hubungan Manis Indonesia-Uzbekistan

Kedua negara mayoritas berpenduduk muslim ini ternyata memiliki kisah manis di era 1950-an. Uzbekistan yang kala itu masih menjadi negara bagian Uni Soviet (Rusia) ternyata merupakan tempat kelahiran ulama perawi hadits tersohor Imam Bukhari.

Baca Juga  Golkar Setuju Pilkada Serentak Dimajukan Bulan September

Presiden pertama RI Soekarno ketika hendak melakukan lawatan ke Uni Soviet memberi syarat kepada Presiden Uni Soviet Nikita Kruschev untuk mencari makam Imam Bukhari.  

Kruschev pun mengutus KGB untuk mencari makam sang imam di seluruh pelosok negeri. Daerah Uzbek sudah menjadi dugaan kuat sang perawi tersohor ini dimakamkan.

Alhasil KGB berhasil menemukan makam Bukhari di Kota Samarkand, Uzbekistan. Makam sang imam, awalnya terlihat tak terawat di tengah padang rumput. Sejak itu, makam ini dirawat dan dipugar dengan rapi.

Nama Soekarno pun sontak menjadi tersohor di Uzbekistan. Rakyat Uzbekistan tak pernah lupa dengan sang Proklamator RI tersebut.

Kini kedua negara harus menghadapi pertarungan hidup mati dalam ajang Piala Asia U-23 untuk mengamankan tiket ke babak final yang akan digelar pada Jumat (3/5) mendatang.

Pemenang laga ini akan bertemu dengan pemenang laga Irak versus Jepang yang juga bermain pada malam ini.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *