Pada Akhirnya Ukraina akan Jadi Anggota NATO



Prediksi itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken setelah menggelar pertemuan dengan para Menlu NATO dan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba di Brussels pada Kamis (4/4).

Menurut Blinken, pertemuan itu dilakukan untuk membantu Ukraina menuju aksesi dalam NATO. Dukungan dari para mitra dinilai mampu membuat Kyiv secepatnya bergabung.



“Tentu saja, kami percaya bahwa Ukraina layak menjadi anggota NATO dan hal ini harus terjadi secepatnya,” tegasnya, seperti dimuat Associated Press.

Potensi keanggotaan Ukraina dalam aliansi yang beranggotakan 32 negara tersebut dipandang sebagai salah satu alasan Rusia menginvasi negara tersebut.

Senator J.D. Vance, R-Ohio menilai pernyataan Biden tentang peluang Ukraina masuk NATO sangat tidak bertanggung jawab.

Pasalnya dengan mengikutsertakan Ukraina dalam keanggotaan, berarti seluruh anggota NATO wajib berperang melawan Rusia.

“Ukraina tidak boleh bergabung dengan NATO, dan mengundang mereka saat perang berarti mengundang negara kita berperang,” tulisnya di platform X.

Aliansi tersebut sedang memperdebatkan rencana untuk memberikan lebih banyak bantuan militer ke Ukraina seiring dengan semakin besarnya kendali Rusia di medan perang.

“Kami sangat yakin bahwa dukungan kepada Ukraina harus tidak terlalu bergantung pada penawaran sukarela jangka pendek dan lebih bergantung pada komitmen jangka panjang NATO,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sebelum memimpin pertemuan para Menlu NATO.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.



Quoted From Many Source

Baca Juga  Janjikan Insentif, Airlangga Minta Kader Menangkan Golkar dan Prabowo-Gibran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *