Pelajaran dari Burung Hud-hud untuk Manusia



Episode itu diawali ketika Sulaiman melakukan inspeksi pasukannya dari golongan burung. Allah memberi mukjizat kepada Sulaiman berupa pasukan burung. Dalam inspeksi itu dia dapati burung Hud-hud absen.

“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, ‘Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir?'” (QS. An-Naml 27: Ayat 20)





Sebuah pasukan haruslah disiplin. Maka kalau sampai melanggar disiplin, harus dihukum.

“Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.”

Ternyata Hud-hud muncul dengan membawa informasi valid tentang negara Sabak. Bukan hoax atau informasi palsu.

“Maka, tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, ‘Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Sabak, membawa suatu berita yang meyakinkan.'” (Ayat 22)

Allah menunjukkan, bahwa bisa saja memberikan sebuah kelebihan kepada mahluk lain, melebihi manusia. Sulaiman, kaisar terbesar di muka bumi, sampai tidak tahu punya tetangga kerajaan Sabak.

Hud-hud menceritakan kerajaan itu dimpimpin seorang wanita, istananya megah. Kendati demikian, Hud-hud sama sekali tidak terpesona dengan kemegahannya.

Kenapa? Karena mereka menyembah matahari.

“Aku (burung Hud-hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,” (QS. An-Naml 27: Ayat 24)

Jadi, prestasi dan kehebatah dunia tidak berarti, jika tidak menyembah Allah. Karena sesungguhnya kemuliaan sejati itu hanya milik kaum yang beriman.

Hud-hud di zaman now seolah mengingatkan orang beriman agar tidak kagum, terpesona, oleh kemegahan yang dimiliki Amerika, Israel, Inggris, Perancis, Tiongkok dan lain-lain.

Baca Juga  Dihadiri Kiai Sepuh, Ribuan Warga Rembang Gelar Sholawat untuk Kemenangan Ganjar-Mahfud

Kenapa? Karena ada ancaman di balik kemegahan mereka itu. Sewaktu-waktu bisa dihancurkan oleh Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 44)

Kapan hal itu terjadi? Hanya Allah yang tahu. Tapi pasti terjadi, kecuali bangsa itu tobat dan kembali ke jalan Allah.

“Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat, atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauh Mahfuz).” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 58)

Allahu ‘alam bis sawab

*Wartawan senior tinggal di Sidoarjo.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *