Terjadi Kekerasan Seksual di Pesantren, Wapres Ingatkan Kiai Jangan Coreng Nama Baik

Berita80 Dilihat

Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyoroti banyaknya kasus kekerasan seksual di beberapa pondok pesantren (ponpes). Ia mengingatkan kepada oknum kiai untuk tidak mencoreng nama pesantren.
 
“Ini hati-hati ada banyak sekarang pesantren (oknum kiai) yang mencoreng nama pesantren, adanya kekerasan seksual di beberapa Pesantren,” ujar Wapres dalam sambutannya pada Rapat Kerja Nasional Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Tahun 2023, Jumat, 11 Agustus 2023.
 
Wapres mengatakan bahwa oknum kiai yang melakukan pelecehan seksual tidak pantas disebut sebagai kiai. Ia mengajak seluruh pihak menjaga nama baik ponpes.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mudah-mudahan dunia Pesantren tidak dirusak oleh adanya oknum-oknum yang ingin menghancurkan pesantren,” harap Wapres.
 
Wapres pun meminta agar IPI ikut menjaga keamanan para santri di Pesantren. Ia juga berharap agar tidak terjadi lagi kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum-oknum kiai.
 
“Saya minta semua pesantren di seluruh Tanah Air untuk selalu menjaga keamanan para santri, anak-anak kita yang akan menjadi generasi penerus bangsa,” jelasnya.
 

 
Sebelumnya, seorang pengasuh ponpes di Jember, Jawa Timur, Kiai FM, diduga melakukan kasus dugaan tindakan asusila. Kasus tersebut telah ditangani aparat Kepolisian Resor (Polres) Jember.
 
“Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara atas dugaan tindakan asusila yang dilakukan FM terhadap beberapa santriwati,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember Iptu Dyah Vitasari, di Jember, Selasa, 10 Januari 2023.
 
Kasus dugaan tindakan asusila Kiai FM tersebut terungkap, setelah istrinya HA melakukan konsultasi ke Unit PPA Polres Jember terkait tindakan yang dilakukan suaminya kepada para santriwati. 
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(END)

Quoted From Many Source

Baca Juga  Usulan Presiden Dipilih Lagi MPR Dinilai Kemunduran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *