Yenny Wahid Dinilai Merepresentasikan Kekuatan Perempuan dan Nahdliyyin

Jakarta: Pakar politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai Yenny Wahid memiliki bekal memadai menjadi pemimpin nasional. Yenny merepresentasikan kekuatan politik perempuan dan memiliki akar kultural Nahdliyyin yang bisa dikonversi kuat menjadi dukungan suara.

“Dan juga bisa menjadi guarantor ideologis yang merepresentasikan corak Islam moderat di Indonesia. Semua itu bisa menjadi pertimbangan kuat dalam penentuan calon pemimpin ke depan,” ujar Umam, Sabtu, 12 Agustus 2023.

Umam menyampaikan tantangan dalam konfigurasi elektabilitas capres saat ini yaitu tidak adanya kekuatan dominan. Sehingga, capres membutuhkan cawapres yang bisa menghadirkan insentif elektoral untuk pemenangan

“Selain faktor elektabilitas, seorang capres-cawapres harus memiliki basis jaringan partai, jaringan nonpartai, kekuatan logistik, hingga aspek kerentanan yang rendah,” paparnya.

 

Umam mengatakan salah satu masalah putri Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu yakni ketiadaan basis jaringan partai. Kecuali, ada partai politik yang siap memberikan jaminan dukungan untuk membentuk koalisi. 

Potensi Yenny Wahid masuk di bursa capres cawapres bisa kembali menguat jika terjadi deadlock negosiasi antarpartai di dalam koalisi, yang kemudian membutuhkan nama netral sebagai titik kompromi antarkepentingan.

“Jika itu terjadi, nama Yenny bisa dijadikan sebagai alternatif pilihan untuk dipertimbangkan lebih lanjut,” ungkapnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

((AGA))

Quoted From Many Source

Baca Juga  Pengembang Properti Diminta Perhatikan Dampak Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *